Suatu saat, sekitar sembilan tahun lalu, saya ingkar pada diri sendiri. Saya tidak sanggup untuk suarakan isi hatiku. Saat itu saya bingung. Hingga dalam kebingungan itu tanpa saya sadari sebuah sajak sederhana telah tergurat dalam kertas di depanku.
Saya hampir tak berkedip membacanya, sangat sederhana, memang, tapi saat itu saya begitu percaya diri dan berulang kali membacanya. Membiarkan sajak tersebut menyuarakan hatiku.
Sejak itu saya menjadi sosok pendiam dan tertutup. Saya lebih senang menyendiri mencari inspirasi buat sajak – sajak berikutnya. Ketika bibirku tak sanggup berkata jujur, sajakku mewakili sunaidesis-ku.


hai…………kamu orangnya unik ya,kenalkan aq siska. kemaren teman aq yang namanya marito pank’s itulah ito kamu cerita ttg u, jd aq pengen kenal sama kamu, bisa ga?
u orgnya penuh semangat n kayaknya ide²kamu keren…..aq salutttttttttttttt.
bisa ga bagi no .HP kamu?ntar kasih aja ama marito
thanks b4…ok